Sugianto saat bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Korea Selatan,(foto:ist)
dteksinews, Korea Selatan,Presiden Prabowo Subianto tak kuasa menyembunyikan rasa bangga yang mendalam saat bertemu langsung dengan Sugianto, seorang pekerja migran Indonesia asal Indramayu, yang berhasil menyelamatkan tujuh lansia dari kebakaran hutan di Yeongdeok, Korea Selatan pada Maret 2025.
Pertemuan tersebut berlangsung secara formal dalam jamuan santap siang kenegaraan di Blue House, Rabu (1/4), di mana Sugianto hadir sebagai tamu kehormatan atas undangan Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menyempatkan diri berdialog dan menyampaikan pesan apresiasi atas kontribusi positif Sugianto yang telah menjaga citra baik warga negara Indonesia di luar negeri. Prabowo terlihat menyalaminya. Beberapa kali menepuk punggungnya tanda bangga. Sebelum meninggalkan Sugianto, Prabowo memberi pesan singkat namun bermakna.
“Baik-baik kau ya, mereka senang sama kamu,” kata Prabowo.
Aksi heroik Sugianto membuatnya dikenal dan dikagumi warga Korsel dan Indonesia. Banyak media Korea Selatan yang menjadikan namanya sebagai headline berita nasional.
Saat itu, Sugianto membangunkan orang-orang sepuh yang tertidur saat si jago merah melalap hutan dan area sekitar. Dia bahkan menggendong mereka satu per satu ke area yang lebih aman.
Selain menerima penghargaan The Order of Civil Merit dari Pemerintah Korea Selatan, ia juga secara resmi diangkat sebagai Duta Pekerja Migran oleh Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI). Sebagai bentuk apresiasi administratif atas jasa kemanusiaannya, Kementerian Kehakiman Korea Selatan juga memberikan kemudahan izin tinggal melalui pemberian visa F-2 yang berlaku selama lima tahun.
Keikhlasan Sugianto menggendong para orang tua keluar dari kepungan si jago merah telah membuktikan adalah bukti nyata bahwa identitas Indonesia adalah identitas pemberani yang menjunjung kemanusiaan sebagaimana nilai Pancasila yang menjadi dasar negara.
Hal ini juga menegaskan pentingnya profesionalisme dan kontribusi nyata pekerja migran dalam memperkuat hubungan bilateral antarnegara.(***)














