Raih Pengakuan Tinggu di Indeks Integritas Bisnis Lestari, PT Vale Indonesia Buktikan Komitmen Kuat dalam Praktik ESG

- Penulis

Kamis, 12 Desember 2024 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Jakarta-11 Desember, 2024 – Sebagai salah satu produsen nikel berkelanjutan, PT Vale Indonesia Tbk meraih pengakuan prestisius dalam Indeks Integritas Bisnis Lestari, yang diluncurkan oleh Transparency International Indonesia (TII) bersama TEMPO Data Science. Indeks ini menjadi tolok ukur penting yang mengevaluasi integrasi prinsip Environment, Social, Governance (ESG) ke dalam praktik bisnis berdasarkan tiga aspek utama: anti-korupsi, penghormatan hak asasi manusia (HAM), dan pelestarian lingkungan hidup.

Melalui evaluasi terhadap 100 perusahaan terbesar di Indonesia berdasarkan laporan keberlanjutan, kode etik, dan dokumen informasi publik lainnya, PT Vale Indonesia Tbk menerima penghargaan di kategori berikut:

1. Aspek Bisnis Berintegritas / Anti-Korupsi – Kategori EMERALD: PT Vale telah mengimplementasikan kebijakan anti-korupsi dan anti-suap yang transparan, disertai mekanisme pelaporan (whistleblowing) yang efektif untuk mencegah praktik tidak etis.

• Tata kelola perusahaan secara konsisten mengikuti standar internasional untuk memastikan integritas dalam operasional sehari-hari.

2. Aspek Bisnis dan Hak Asasi Manusia – Kategori EMERALD: Penghormatan terhadap HAM diwujudkan melalui program pemberdayaan masyarakat lokal di sekitar area tambang kami, termasuk dukungan di bidang pendidikan, kesehatan, dan pengembangan kapasitas.

• Kebijakan keberagaman yang diterapkan telah mendorong perempuan untuk mengambil peran strategis di sektor pertambangan, sebuah langkah penting dalam inklusi sosial.

3. Aspek Lingkungan Hidup – Kategori RUBY: PT Vale memanfaatkan energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga air, yang telah mengurangi emisi karbon secara signifikan.

• Reklamasi lahan bekas tambang telah menghasilkan jutaan pohon baru untuk memulihkan keanekaragaman hayati dan meningkatkan kualitas lingkungan.

4. Indeks Total – Kategori SAPPHIRE: Penghargaan ini mencerminkan keberhasilan PT Vale dalam mengintegrasikan ketiga pilar ESG ke dalam strategi dan operasional perusahaan, menciptakan dampak positif jangka panjang bagi pemangku kepentingan dan lingkungan.

Baca Juga:  Kapolres Morowali Utara pimpin apel kesiapan pengamanan Pilkades serentak

Keberhasilan PT Vale dalam meraih penghargaan ini adalah hasil dari pendekatan strategis perusahaan yang memprioritaskan keberlanjutan dan integritas dalam semua aspek bisnis.

Andaru Adi, Manager of Corporate Finance and Investor Relations PT Vale Indonesia Tbk, menjelaskan, “Penghargaan ini adalah bukti nyata dari komitmen PT Vale Indonesia untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan ke dalam setiap aspek operasional kami. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras tim kami, dukungan dari para pemangku kepentingan, dan pendekatan strategis yang berfokus pada tata kelola yang baik, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan pelestarian lingkungan. Kami terus berkomitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan, sejalan dengan visi kami untuk mendukung transisi energi bersih dan keberlanjutan global,”ujarnya.

Indeks ini mendorong perusahaan di Indonesia untuk dapat memastikan tata kelola yang bebas korupsi sebagai pondasi keberlanjutan. Selain itu, mampu mengintegrasikan penghormatan terhadap HAM dalam kebijakan dan program sosial. Selain itu, mengimplementasikan praktik pelestarian lingkungan yang berorientasi pada masa depan.

Ia menambahkan, dengan memanfaatkan sumber daya secara bertanggung jawab, mengimplementasikan teknologi ramah lingkungan seperti pembangkit listrik tenaga air, serta memastikan transparansi melalui laporan keberlanjutan. “Kami berhasil menciptakan keseimbangan antara pencapaian kinerja bisnis dan tanggung jawab sosial. Hal ini yang memungkinkan kami untuk mencapai pengakuan di Indeks Integritas Bisnis Lestari,”ujarnya.

Sebagai pelopor dalam pertambangan berkelanjutan, PT Vale terus berkomitmen untuk memimpin transisi energi bersih dengan memanfaatkan teknologi rendah emisi dan praktik ramah lingkungan. Kami percaya bahwa setiap langkah menuju keberlanjutan membawa manfaat nyata bagi masyarakat, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup
Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi
Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan
Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?
Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali
Perkuat  Kemitraan ,PWI  Silaturahmi  dengan Polda Sulawesi Tengah 
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Pastikan Operasional dan Investasi Berlanjut
Jaga Keamanan  Tetap Kondusif, Babinsa Pererat Silaturahmi  Dengan Warga Binaan 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:22 WIB

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:02 WIB

Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:55 WIB

Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:32 WIB

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:02 WIB

Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali

Berita Terbaru

Berita

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Jan 2026 - 15:22 WIB

Berita

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Jumat, 16 Jan 2026 - 02:32 WIB