Kementerian Kehutanan,Bidik Rehabilitasi Hutan 12 Juta Ha
dteksinews, Jakarta-Kementerian Kehutanan membidik rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) seluas 12 juta hektare hingga tahun 2034. Program ini membutuhkan total anggaran Rp153,78 triliun, dengan target pengerjaan 1,3 juta hektare dan anggaran Rp17,08 triliun per tahun.
Terkait dengan pendanaan tidak hanya mengandalkan APBN dan APBD, tetapi juga pendanaan dari kerja sama dalam negeri dan kerja sama luar negeri, kewajiban rehabilitasi DAS, izin PBPH (Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan) restorasi ekosistem dengan skema karbon dan CSR perusahaan.
Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Senin (19/1/2026), Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki meminta dukungan agar pelaksanaan RHL dilakukan gotong royong oleh semua pihak, termasuk kementerian dengan anggaran masing-masing.
“Kemudian juga kami akan mengusulkan kepada Bapak Presiden agar penerimaan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), terutama dana reboisasi itu bisa optimal dikembalikan untuk pembiayaan RHL,” kata dia.
Denda administratif dari kegiatan tambang dan kebun sawit ilegal juga diusulkan masuk untuk program RHL. Dengan begitu diharapkan target RHL 12 juta ha dapat tercapai pada tahun 2034.
“Kami juga akan mengusulkan supaya ada sebagian yang dikembalikan untuk kemudian diakumulasi menjadi dana rehabilitasi hutan dan lahan untuk kita mengejar target 12 juta ha,” imbuh Rohmat.
Program ini tidak hanya fokus pada pengendalian perubahan iklim dan peningkatan cadangan karbon, tetapi juga menggunakan pendekatan agroforestri. Hal ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta memperkuat ketahanan pangan dan energi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan.(*/dteksinews)
Sumber : Kemenhut
Editor: Supriyono














