Disambut Spanduk “Menui Cemas Jaringan”, Bupati Iksan Apresiasi Aspirasi Warga Terkait Masalah Sinyal

- Penulis

Selasa, 29 Juli 2025 - 05:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- Kunjungan kerja Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, ke Kecamatan Menui Kepulauan dalam rangka apel umum diwarnai dengan aksi simbolik dua anak muda yang membawa spanduk bertuliskan “Menui Cemas Jaringan Bupati Jangan Tutup Mata”. Aksi tersebut menyuarakan keresahan masyarakat terhadap lemahnya jaringan komunikasi di wilayah kepulauan.

Menanggapi hal itu, Bupati Iksan justru menyampaikan apresiasi atas kritik tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk kepedulian yang positif dari generasi muda. Ia bahkan menyapa kedua pemuda itu dan bersalaman bersama kedua anak muda itu.

“Itu hal biasa. Kritik seperti ini menurut saya justru baik. Saya melihatnya sangat wajar karena memang tidak bisa dipungkiri, kita semua butuh sinyal, terutama di wilayah kepulauan seperti ini,” ujar Bupati Iksan usai memimpin apel umum, Senin (29/7).

Bupati juga mengakui bahwa masalah sinyal di Menui telah menjadi perhatian pemerintah daerah. Ia bahkan menyebut bahwa dirinya telah melakukan sejumlah upaya dan akan segera menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat untuk mendorong penyelesaian persoalan jaringan di daerah terpencil.

Baca Juga:  Hut Ke-26 Morowali, Kodim 1311/ Mrw Pamerkan Alutsista Milik TNI AD 

“Saya sudah upayakan, dan ke depan saya akan berdiskusi dengan pihak pusat. Kita tidak bisa abaikan ini, karena rakyat kita juga banyak tinggal di kepulauan. Ini PR besar bagi kami di pemerintah daerah,” lanjutnya.

Bupati Iksan juga menambahkan bahwa pesan dari dua pemuda tersebut menjadi dorongan moral bagi dirinya untuk bergerak lebih cepat dalam menyelesaikan persoalan jaringan di Menui.

“Awalnya saya pikir itu sambutan biasa, ternyata ada pesan penting di situ. Walaupun hanya dua orang, tapi harapan mereka mewakili suara masyarakat. Ini menjadi motivasi kuat bagi saya,” tegasnya.

Aksi tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat, terutama generasi muda, memiliki peran penting dalam menyuarakan kebutuhan dasar. Pemerintah Kabupaten Morowali pun berkomitmen untuk terus hadir dan memperjuangkan hak-hak masyarakat hingga ke pelosok wilayah, termasuk dalam hal akses komunikasi yang layak.(*/PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup
Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi
Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan
Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?
Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali
Perkuat  Kemitraan ,PWI  Silaturahmi  dengan Polda Sulawesi Tengah 
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Pastikan Operasional dan Investasi Berlanjut
Jaga Keamanan  Tetap Kondusif, Babinsa Pererat Silaturahmi  Dengan Warga Binaan 
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 15:22 WIB

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Januari 2026 - 10:02 WIB

Bertemu Dubes Indonesia untuk Italia, Bamsoet Dorong Penguatan Hubungan Bilateral Indonesia–Italia Lewat Ekonomi, Pendidikan, Budaya, dan Teknologi

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:55 WIB

Wabup Morowali Iriane Iliyas, Terima LHP Kepatuhan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sektor Pertambangan

Jumat, 16 Januari 2026 - 02:32 WIB

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Kamis, 15 Januari 2026 - 13:02 WIB

Peringati Hari Dharma Samudera, Kodaeral VI Gelar Upacara di KRI Marlin di Morowali

Berita Terbaru

Berita

Ngopi Bukan Lagi Soal Rasa, Tapi Gaya Hidup

Jumat, 16 Jan 2026 - 15:22 WIB

Berita

Perempuan Bersuara, Tapi Kenapa Masih Disuruh Diam?

Jumat, 16 Jan 2026 - 02:32 WIB