Dua pekerja Vale Indonesia sedang berbincang di area pertambangan nikel di Sorowako beberapa waktu lalu. (FOTO:Vale Indonesia)
dteksinews, Makassar-Komoditas nikel menjadi salah satu penopang utama kinerja ekspor Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan, ekspor nikel berkontribusi sebesar 57,11 persen terhadap total ekspor provinsi tersebut sepanjang Januari–Agustus 2026.
Nilai ekspor nikel Sulawesi Selatan selama periode tersebut mencapai US$584,16 juta atau sekitar Rp10,55 triliun. Data yang disampaikan BPS Sulawesi Selatan pada 1 Oktober 2026 itu memperlihatkan besarnya peran komoditas nikel dalam perdagangan luar negeri daerah.
Kinerja tersebut sejalan dengan aktivitas industri pertambangan dan pengolahan nikel yang berkembang di Sulawesi Selatan, termasuk kegiatan usaha PT Vale Indonesia Tbk di Sorowako, Kabupaten Luwu Timur.
Vale Indonesia, yang merupakan bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), menjalankan kegiatan pertambangan dan pengolahan nikel terintegrasi di Sorowako. Perusahaan juga mengembangkan sejumlah proyek pertumbuhan di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara untuk mendukung hilirisasi serta penguatan rantai nilai nikel nasional.
Selain menjadi komoditas ekspor unggulan, aktivitas industri nikel turut berkaitan dengan investasi, kegiatan logistik, serta penciptaan lapangan kerja di wilayah operasional dan sekitarnya.
Kontribusi industri nikel terhadap perekonomian Sulawesi Selatan juga terlihat dari aktivitas pengiriman komoditas melalui pelabuhan. BPS Sulawesi Selatan mencatat, Pelabuhan Malili menjadi pelabuhan dengan nilai ekspor terbesar di antara pelabuhan-pelabuhan di provinsi tersebut selama Januari–Agustus 2026. Nilai ekspor melalui pelabuhan yang menjadi lokasi pengapalan komoditas nikel itu mencapai US$581 juta.
Besarnya nilai ekspor melalui Malili memperlihatkan peran strategis infrastruktur pelabuhan dalam mendukung rantai pasok industri nikel. Konektivitas antara lokasi produksi dan jalur pengiriman menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi komoditas ke pasar tujuan.
Di sisi lain, besarnya kontribusi nikel terhadap ekspor daerah juga menempatkan pengembangan industri pengolahan dan hilirisasi sebagai salah satu aspek penting dalam strategi peningkatan nilai tambah sumber daya mineral.
Director and Chief of Project Officer Vale Indonesia, Muhammad Asril dalam keterangannya Minggu (18/10/2026) menilai investasi perusahaan di Luwu Timur turut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Menurut dia, manfaat investasi perlu diperkuat melalui kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Selain berkontribusi melalui kegiatan pertambangan dan pengolahan nikel, Vale Indonesia juga menjalankan program pemberdayaan masyarakat, termasuk pengembangan UMKM serta pembukaan peluang kerja.
Dengan kontribusi nikel yang mencapai lebih dari separuh total ekspor Sulawesi Selatan pada periode Januari–Agustus 2026, penguatan rantai nilai industri, dukungan infrastruktur logistik, dan keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting untuk mendorong manfaat ekonomi yang lebih luas.(*/pri)














