Petugas Bea Cukai Morowali,(FOTO:IST)
dteksinews, Morowali- Bea Cukai Morowali turut menghadiri peresmian pabrik hilirisasi kelapa PT FreeNow Food Industry, Desa Tofogaro, Bungku Barat, Kabupaten Morowali, 7 September 2026. Peresmian tersebut menandai dimulainya babak baru pengembangan industri berbasis komoditas kelapa di Kabupaten Morowali.
Sebagai wujud dukungan nyata, Bea Cukai Morowali telah melayani sebanyak 38 dokumen impor barang untuk mendukung pembangunan proyek hilirisasi kelapa yang berada di Kawasan Industri PT IHIP. Total nilai barang impor yang dilayani lebih dari Rp158 miliar.
Barang-barang yang diimpor tersebut digunakan untuk menunjang pembangunan dan operasional pabrik, di antaranya bahan bangunan prefabrikasi, conveyor, kendaraan, serta berbagai mesin yang dibutuhkan dalam proses pembangunan industri hilirisasi kelapa.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari peran Bea Cukai Morowali dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan pembangunan industri di wilayah Morowali. Kehadiran industri hilirisasi kelapa juga menjadi perkembangan baru di tengah dominasi industri pertambangan, khususnya nikel, yang selama ini menjadi salah satu sektor utama perekonomian daerah tersebut.
Kepala Bidang Fasilitas Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Adeltus Lolok, mengatakan Bea Cukai akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri tersebut melalui pelayanan kepabeanan dan fasilitas fiskal yang tersedia.
“Bea Cukai akan terus memberikan dukungan berupa pelayanan dan fasilitas fiskal agar investasi dan industri dapat terus berkembang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Morowali,” ujar Adeltus Lolok.
Sementara itu, Presiden Direktur PT FreeNow Food Industry, Mr Zhang Kai, menyampaikan apresiasi atas pelayanan impor yang diberikan Bea Cukai Morowali selama proses pembangunan pabrik.
Menurutnya, pelayanan tersebut turut mendukung kelancaran proses pemasukan berbagai kebutuhan pembangunan pabrik sehingga proyek hilirisasi kelapa dapat berjalan dengan baik.
Kehadiran pabrik hilirisasi kelapa PT Free Now diharapkan dapat memperluas diversifikasi industri di Morowali, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komoditas perkebunan di tengah pertumbuhan pesat industri pertambangan di daerah tersebut.(*/pri)














