Kapolres Morowali AKBP Reza Khomeini (kanan),(FOTO:IST)
dteksinews, Morowali – Dalam upaya menciptakan wilayah yang bersih dari penyalahgunaan narkotika, Kepolisian Resor (Polres) Morowali bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Morowali resmi memperkuat sinergi melalui program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah setempat.
Kapolres Morowali, AKBP Reza Khomeini menegaskan bahwa perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Menurutnya, sinergi antara aparat penegak hukum dan BNN merupakan kunci utama untuk meminimalisir ruang gerak para pengedar maupun bandar narkoba yang mencoba masuk ke wilayah Morowali, terutama di kawasan industri dan pemukiman pekerja.
“Kami tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran gelap narkoba di Morowali. Melalui P4GN ini, kita satukan persepsi, satukan langkah, dan satukan kekuatan. Polres siap mem-backup penuh BNN dalam hal penindakan hukum, sementara BNN fokus pada pencegahan dan rehabilitasi,” ujar AKBP Reza Khomeini saat menerima kunjungan para pejabat BNN Morowali di Mapolres, Kamis (3/9/2026).
Kapolres mengatakan program P4GN menitikberatkan pada tiga pilar utama yaitu, Pencegahan dengan cara melakukan sosialisasi dan edukasi masif ke sekolah-sekolah, lingkungan masyarakat, serta perusahaan-perusahaan untuk meningkatkan imunitas generasi muda terhadap bahaya narkoba.
Kemudian Pemberantasan yaitu meningkatkan intensitas razia, patroli siber, serta pengembangan kasus untuk membongkar jaringan pengedar hingga ke akar-akarnya.
Dan terakhir Rehabilitasi, yakni memastikan para korban penyalahgunaan mendapatkan layanan pemulihan yang layak agar tidak kembali menjadi pengguna.
Kapolres menambahkan bahwa wilayah Morowali dengan aktivitas industri yang tinggi memiliki tingkat kerentanan yang cukup signifikan terhadap peredaran narkoba. Ia menyambut baik dukungan penuh dari Polres Morowali.
“Kerja sama ini adalah bukti nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat. Kami akan terus bergerak bersama, berbagi data intelijen, dan melakukan operasi gabungan. Kami juga membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin melaporkan atau bahkan menyerahkan diri secara sukarela untuk direhabilitasi,” tegasnya.
Dengan disepakatinya sinergi P4GN ini, diharapkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Morowali dapat ditekan secara signifikan. Kedua lembaga berkomitmen untuk menjadikan Morowali sebagai wilayah yang aman, sehat, dan produktif tanpa narkoba.
“Kami imbau kepada seluruh lapisan masyarakat, jika melihat atau mengetahui adanya indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar, segera laporkan ke kami. Identitas pelapor kami jamin kerahasiaannya,” tutup Kapolres.(*/pri)














