Musyawarah Adat II dengan tema”Lestarikan Adat Budaya Tobungku Menuju Morowali Maju, Mandiri dan Berkeadilan”(FOTO:IST)
dteksinews, Morowali– Upaya menjaga dan memperkuat keberadaan adat serta budaya Tobungku terus dilakukan melalui Musyawarah Adat II Dewan Adati Pebotoa Tobungku Tahun 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Lestarikan Adat Budaya Tobungku Menuju Morowali Maju, Mandiri dan Berkeadilan” ini dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Morowali, Yusman Mahbub, di Aula Hotel Grand Safanah, Desa Ipi, Kecamatan Bungku Tengah, Minggu (30/8/2026).
Musyawarah tersebut berlangsung selama empat hari, 30 Agustus hingga 2 September 2026, dan menjadi forum untuk membahas berbagai hal terkait keberlangsungan lembaga adat serta pelestarian budaya Tobungku.
Dalam sambutannya, Yusman Mahbub mengatakan pelestarian adat dan budaya membutuhkan komitmen bersama, baik dari lembaga adat, pemerintah maupun masyarakat.
Ia menilai adat dan budaya bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga menjadi identitas yang perlu dipertahankan dan diwariskan kepada generasi muda.
“Dewan adat merupakan salah satu wadah pemersatu dalam melestarikan budaya. Mari bersama-sama memberikan masukan dan pemikiran kepada pemerintah daerah untuk pengembangan adat dan budaya Tobungku,” ujarnya.
Yusman juga mendorong penguatan fasilitas pendukung kegiatan adat, termasuk rencana pembangunan rumah adat yang diharapkan dapat menjadi salah satu pusat pelestarian dan pengembangan budaya Tobungku.
Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Adati Pebotoa Tobungku, Maidhzun Ilwan Ridwan Hadie, menyampaikan laporan akhir masa kepemimpinannya yang telah berlangsung selama lima tahun.
Ia menyebutkan sejumlah program telah dilaksanakan selama masa kepengurusannya, di antaranya pengembangan dan pendaftaran batik Tobungku, batik Iksara, serta permainan tradisional Ndengu-Ndengu.
Namun, masih terdapat sejumlah agenda yang perlu dilanjutkan, termasuk pengukuhan lembaga adat di Kecamatan Bahodopi dan Sambori.
Maidhzun berharap kepengurusan berikutnya dapat melanjutkan berbagai program yang telah dirintis serta mengembangkan program baru untuk memperkuat Tana Adati Tobungku.
“Jabatan memang berakhir, tetapi kecintaan kepada adat dan budaya tetap berjalan,” ungkapnya.
Rangkaian pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Sekda Morowali sebagai simbol dimulainya Musyawarah Adat II Dewan Adati Pebotoa Tobungku Tahun 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II, Asisten III, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, sejumlah kepala OPD, Ketua dan pengurus Dewan Adati Pebotoa Tobungku, Ketua Dharma Wanita, serta tamu undangan lainnya.(*/pri)














