Harga Sulfur Melejit, Ini Strategi Vale Jaga Operasional Smelter

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Smelter PT Vale Indonesia Tbk,(FOTO:Vale)


 

dteksinews, Jakarta-Ketergantungan terhadap impor sulfur mulai menjadi tantangan bagi keberlangsungan industri hilirisasi nikel di Indonesia. Dengan adana gangguan rantai pasok global, terutama yang dipicu kondisi di kawasan Timur Tengah, turut menekan ketersediaan, sehingga mendorong lonjakan harga sulfur.

Chief Sustainability & Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia Tbk (INCO) Budiawansyah menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengkaji sumber alternatif sulfur untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan sulfur.

Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah mengekstrak sulfur dari material lain yang tersedia, salah satunya pirit.

“Oke ini ada pirit, kita coba trial. So far testing-nya dengan komposisi tertentu itu bagus, menarik gitu kan. Ini terus kita kaji titik optimumnya ada di mana. Gitu sehingga tanpa harus menimbulkan dampak-dampak baru,” ungkap Budi di Jakarta, dikutip Jumat (14/8/2026).

Di sisi lain, ia menegaskan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama dalam pengembangan alternatif tersebut. Karena itu, sebelum diterapkan dalam skala lebih besar, seluruh parameter yang berpotensi terdampak akan terlebih dahulu dikaji.

“Jadi intinya di dalam sebuah kesulitan itu kita coba melihat itu ada opportunity baru di situ. Dulu kan nggak ada yang melirik, oh ternyata ini menarik juga untuk diekstrak dan dicoba sampai tingkat tertentu untuk mendapatkan komposisi apa namanya feed sulfur yang mencukupi lah begitu,” ujar Budi.

Baca Juga:  Menanamkan Budaya Siaga Sejak Dini, PT Vale Bersama BPBD dan Mitra Perkuat Edukasi Tanggap Bencana Bagi Siswa Sekolah Dasar di Morowali 

Sebelumnya, Ketua Umum Forum Industri Nikel Indonesia (FINI) Arif Perdana Kusumah mengungkapkan sekitar 75-80% kebutuhan impor sulfur Indonesia pada 2025 berasal dari Timur Tengah. Adapun dari total sekitar 5,3 juta ton impor, porsi terbesar disuplai oleh negara-negara di kawasan tersebut.

“Pasokan yang sangat terkonsentrasi ini, setelah penutupan Selat Hormuz, mengakibatkan terganggunya bahkan akan terputusnya sumber bahan baku utama untuk refinery HPAL di Indonesia,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, dikutip Senin (27/4/2026).

Arif menilai sulfur merupakan komponen krusial dalam industri hilirisasi nikel, khususnya untuk memproduksi asam sulfat yang digunakan dalam proses pelindian (leaching) pada fasilitas pengolahan berbasis High Pressure Acid Leaching (HPAL).

“Produksi MHP (Mixed Hydroxide Precipitate) battery grade nickel dengan menggunakan teknologi HPAL yang sangat bergantung pada asam sulfat,” katanya.

Dari sisi kebutuhan, industri membutuhkan sekitar 10-12 ton sulfur untuk menghasilkan 1 ton nikel dalam bentuk MHP. Hal ini menjadikan sulfur sebagai salah satu komponen biaya terbesar dalam proses produksi HPAL.

“Sebagai negara produsen terbesar untuk material nikel-kobalt (MHP) dari proyek-proyek HPAL, Indonesia sangat bergantung pada impor sulfur dari Timur Tengah,” katanya.(*/pri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik
Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026
Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini
Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara
Piala Bupati Rampung, Fokus Morowali Beralih ke Persiapan Porprov
FORBES Morowali Tegas Dukung Kepmen ESDM No.365.K/2026: Dukung Keperpihakan Pengusaha Lokal dan Ketegasan Batasi Afiliasi Perusahaan Tambang 
Bea Cukai Morowali Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Serap Masukan Pengguna Layanan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Ukir Prestasi di TMMD ke-129, Pangdam XXIII/Palaka Wira Apresiasi Dandim 1311/Morowali atas Juara I Kategori Dansatgas Terbaik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:40 WIB

Imigrasi Layani Paspor di MPP Morowali Utara Tanggal 02 Oktober 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Kontribusi Tanggap Darurat di NTT, Vale Indonesia Terima Penghargaan Kementerian ESDM 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 04:42 WIB

Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri Gantikan Listyo Sigit Prabowo Siang Ini

Kamis, 1 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Hari Kesaktian Pancasila, Iksan Tekankan Pentingnya Menjaga Tradisi Upacara

Berita Terbaru