Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Edukasi MPASI dan Pemicuan STBM di Kelurahan Ganti Donggala

- Penulis

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Donggala- Poltekkes Kemenkes Palu menggelar kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Kelurahan Ganti, Kecamatan Banawa, Kabupaten Donggala, selama dua hari, Senin-Selasa (13-14/7/2026).

Kegiatan ini mengintegrasikan tiga program sekaligus, yakni edukasi makanan pendamping air susu ibu (MPASI), pemicu Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), dan pelatihan pengukuran antropometri.

Ketiga program tersebut digelar sebagai upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Kegiatan yang diketuai oleh Ns Taqwin, ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 10 kader kesehatan dan 10 ibu balita.

Pelaksanaannya melibatkan tim dosen dan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu, serta mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kelurahan Ganti, Puskesmas Gonenggati, bidan, dan kader kesehatan setempat.

Selain dosen, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu turut berperan aktif mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung.

Para mahasiswa membantu pelaksanaan tes awal dan tes akhir, memfasilitasi demonstrasi MPASI, mendampingi praktik pengukuran antropometri, hingga membantu proses dokumentasi kegiatan.

Keterlibatan mahasiswa ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, pemberdayaan masyarakat, dan penerapan ilmu kesehatan secara langsung di bawah supervisi dosen.

Kegiatan turut dihadiri oleh Lurah Ganti, Isbat Halaco, dan Kepala Puskesmas Gonenggati, Ahmad.

Lurah Ganti menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan kegiatan yang dinilai sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kader dan ibu balita tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Kami berharap materi yang diperoleh dapat diterapkan dalam keluarga dan disampaikan kembali kepada masyarakat melalui kegiatan Posyandu,” ujar Isbat Halaco.

Baca Juga:  Tingkatkan Kewaspadaan Bencana, Serma Alimuddin Komsos Bersama Warga Bahontula

Selama kegiatan, peserta memperoleh berbagai materi terkait waktu pemberian MPASI, keberagaman pangan, pemanfaatan bahan pangan lokal, sumber protein hewani, tekstur makanan sesuai usia, keamanan pangan, hingga pemberian makan responsif.

Melalui sesi pemicuan STBM, peserta juga diajak untuk mengenali hubungan antara kondisi sanitasi, penyakit infeksi, dan pertumbuhan balita.

Khusus bagi kader kesehatan, tim pengabdian memberikan pelatihan penimbangan berat badan serta pengukuran panjang atau tinggi badan balita sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Kepala Puskesmas Gonenggati, Ahmad, menegaskan bahwa ketepatan pengukuran sangat penting dalam pemantauan pertumbuhan anak.

“Pencegahan stunting tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi. Sanitasi, pencegahan penyakit infeksi, dan ketepatan pengukuran pertumbuhan juga harus diperhatikan. Data antropometri yang akurat membantu tenaga kesehatan mendeteksi masalah pertumbuhan dan menentukan tindak lanjut,” jelas Ahmad.

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada seluruh indikator yang diukur.

Pengetahuan MPASI kader meningkat dari 62,5 menjadi 92,0, sementara pengetahuan ibu balita meningkat dari 45,0 menjadi 85,5.

Pada aspek STBM, pengetahuan kader meningkat dari 70,0 menjadi 95,0, dan pengetahuan ibu balita meningkat dari 52,5 menjadi 87,5.

Sementara itu, keterampilan antropometri kader turut mengalami peningkatan tajam, dari 65,0 menjadi 96,5.

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah kelurahan, puskesmas, kader, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat keberlanjutan upaya pencegahan stunting di Kelurahan Ganti. (*)

Editor:Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Huabao Tingkatkan Kompetensi 568 Karyawan Lewat Program Alih Keahlian Operator: Siapkan SDM Unggul Dukung Pertumbuhan Perusahaan
Kecelakaan Kerja di PT BTIIG, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Morowali
Memenui Kebutuhan Air Bersih, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Bangun Manunggal Air Bersih di Masjid 
Sinergi TNI- Rakyat,Percepat Pembangunan Rabat Beton TMMD Ke-129 di Desa Polewali
Syarifudin Hafid Minta, PT BTIIG  Bertanggung atas Kecelakaan Kerja 
Kejagung Mutasi Kejari Morowali,Dari Naungan Kepada Nurdin 
Herdianto Marzuki, Mendesak Agar Temuan BPK-RI 2,13 Miliar Cepat Ditindaklanjuti 
85 Santri Pondok Pesantren Darul Amanah , Ikuti Program Istana 
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:15 WIB

Huabao Tingkatkan Kompetensi 568 Karyawan Lewat Program Alih Keahlian Operator: Siapkan SDM Unggul Dukung Pertumbuhan Perusahaan

Jumat, 31 Juli 2026 - 05:04 WIB

Kecelakaan Kerja di PT BTIIG, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Morowali

Jumat, 31 Juli 2026 - 02:34 WIB

Memenui Kebutuhan Air Bersih, Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Bangun Manunggal Air Bersih di Masjid 

Jumat, 31 Juli 2026 - 01:40 WIB

Cegah Stunting, Poltekkes Kemenkes Palu Gelar Edukasi MPASI dan Pemicuan STBM di Kelurahan Ganti Donggala

Jumat, 31 Juli 2026 - 00:26 WIB

Syarifudin Hafid Minta, PT BTIIG  Bertanggung atas Kecelakaan Kerja 

Berita Terbaru