Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah bersama  Manajemen PT Vale Indonesia Tbk  pada saat areal Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur,(FOTO: Humas Vale)


 

dteksinews, Sorowako– Membangun generasi muda yang mampu menjadi penggerak keberlanjutan merupakan bagian penting dari investasi jangka panjang PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58, perusahaan meluncurkan Kelas Konservasi, sebuah program pengembangan kapasitas bagi 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan di Luwu Timur.Jumat(24/7/2026)

Diluncurkan di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, program ini mengintegrasikan pembelajaran konservasi, kepemimpinan, praktik lapangan, kepenulisan, dan ekonomi hijau untuk membentuk generasi muda yang mampu menginisiasi aksi nyata bagi pelestarian lingkungan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat pengelolaan keanekaragaman hayati, memberdayakan masyarakat, dan menumbuhkan budaya keberlanjutan yang diwariskan lintas generasi.

Kelas Konservasi dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan pengalaman lapangan. Selain memperluas pemahaman mengenai konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, program ini juga membekali peserta dengan keterampilan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, dan penyusunan proyek sosial. Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami isu lingkungan, tetapi juga mampu menghadirkan solusi, menggerakkan kolaborasi, dan menjadi inspirasi di komunitasnya.

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, mengatakan bahwa tantangan keberlanjutan saat ini membutuhkan lebih dari sekadar inovasi teknologi dan kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, masa depan lingkungan juga ditentukan oleh hadirnya generasi yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian untuk mengambil peran sebagai penggerak perubahan.

“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak awal. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi muda yang memberikan contoh, gagasan, dan inspirasi bagi masyarakat maupun teman-teman sebayanya,” ujar Budiawansyah.

Kelas Konservasi diharapkan menjadi investasi sosial yang meninggalkan dampak jangka panjang melalui tumbuhnya budaya konservasi di tengah masyarakat.

Baca Juga:  𝗣𝗲𝗱𝘂𝗹𝗶 𝗠𝗮𝘀𝘆𝗮𝗿𝗮𝗸𝗮𝘁, 𝗞𝗼𝗱𝗮𝗲𝗿𝗮𝗹 𝗩𝗜 𝗚𝗲𝗹𝗮𝗿 𝗕𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗦𝗼𝘀𝗶𝗮𝗹 𝗱𝗮𝗻 𝗕𝗮𝗸𝘁𝗶 𝗞𝗲𝘀𝗲𝗵𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗮𝗺𝗮 𝗟𝗮𝗻𝗮𝗹 𝗣𝗮𝗹𝘂 𝗱𝗮𝗻 𝗣𝗧 𝗜𝗠𝗜𝗣

“Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap upaya konservasi tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas, semangat, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang,” katanya.

Program akan berlangsung mulai Juli hingga Oktober 2026 melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Selama empat bulan, peserta akan mengikuti orientasi, sesi pembelajaran, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai ruang berbagi gagasan dan solusi terhadap berbagai isu lingkungan di wilayahnya.

Proses pembelajaran diperkuat melalui kolaborasi dengan akademisi, praktisi, dan para ahli internal perusahaan yang menghadirkan perspektif komprehensif mengenai konservasi dan pembangunan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, menyampaikan apresiasinya terhadap peluncuran Kelas Konservasi. Menurutnya, program tersebut menjadi ruang belajar yang relevan bagi generasi muda untuk memperluas wawasan sekaligus terlibat langsung dalam menjaga lingkungan di wilayahnya.

“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.

Melalui Kelas Konservasi, perusahaan menegaskan bahwa investasi pada keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pembangunan manusia yang mampu melanjutkan dan memperkuat upaya tersebut.

Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), inisiatif ini diharapkan melahirkan generasi penggerak keberlanjutan yang mampu menjadi duta-duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi berbagai aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur.(***)

 

Sumber:Suwarny Dammar

Senior Coordinator Media Relations

PT Vale Indonesia Tbk

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudaryano Lamangkona Pimpin PMO Platform Digital “SAPA UMKM”
Kemendagri Dampingi Kabupaten Tapin Perkuat Pelaporan e-SPM dan Penyusunan Rencana Aksi 2026
Tak Kenal Lelah, Malam Hari Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Tetap Bekerja Membuka Jalan
Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo
Kades Pulau Dua: Pembangunan Atap MCK dapat Bermanfat bagi Siswa  
Kemenhub RI Dapat Dana Hibah Rp.177,99 Miliar untuk Proyek Bandara Maleo Morowali 
Perduli Bencana Langkat,Pemkab Morowali Bantu Rp.290 Juta
Semangat Gotong Royong, Warga dan Satgas TMMD Kumpulkan Batu untuk Pembangunan  Rabat Beton di Desa Polewali
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:06 WIB

Sudaryano Lamangkona Pimpin PMO Platform Digital “SAPA UMKM”

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:45 WIB

Perkuat Generasi Penggerak Keberlanjutan di Luwu Timur, PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:27 WIB

Kemendagri Dampingi Kabupaten Tapin Perkuat Pelaporan e-SPM dan Penyusunan Rencana Aksi 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:12 WIB

Tak Kenal Lelah, Malam Hari Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1311/Morowali Tetap Bekerja Membuka Jalan

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:59 WIB

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Berita Terbaru