Presiden Prabowo, Jadikan Sidang Kabinet Paripurna Titik Evaluasi dan Penguatan Kinerja Memasuki Dua Tahun Pemerintahan

- Penulis

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo pimpin Sidang Kabinet Paripurna,(FOTO: Setpres)


 

dteksinews, Jakarta-Prabowo Subianto menyampaikan taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/07/2026). Sidang pertengahan tahun 2026 ini, menurut Presiden, menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus mengukur capaian menjelang dua tahun pemerintahan.

Salah satu capaian yang disoroti Presiden adalah keberhasilan Indonesia dalam memperkuat ketahanan pangan. Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan, memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah RI, serta mencatat nilai tukar petani tertinggi. Presiden juga menyinggung capaian di sektor energi melalui keberhasilan Indonesia menghasilkan B50, yakni solar dengan kandungan 50 persen berbasis kelapa sawit.

Selain itu, transformasi digital yang tengah dijalankan pemerintah telah mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial. Kepala Negara meyakini bahwa sistem data yang akurat akan memperkuat efektivitas berbagai program pemerintah, termasuk dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem. Melalui sistem ini, masyarakat tidak lagi dibebani proses birokrasi yang berbelit sehingga pemerintah dapat menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, mudah, dan inklusif.

Baca Juga:  Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Singapura  Teken MoU 

Lebih lanjut, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi desa juga terus dipercepat melalui pembangunan jembatan desa, Kampung Nelayan Merah Putih, serta Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga saat ini, lebih dari seribu KDKMP telah beroperasi dan pemerintah menargetkan sebanyak 30 ribu koperasi dapat beroperasi pada akhir tahun 2026.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa berbagai kebijakan strategis yang telah diambil pemerintah menunjukkan arah yang tepat dalam memperkuat perekonomian nasional. Presiden meyakini bahwa kebijakan yang berpijak pada kepentingan rakyat dan dijalankan dengan tata kelola yang baik akan memberikan hasil nyata serta makin meningkatkan kepercayaan terhadap Indonesia.(***)

 

Sumber: *’BPMI Setpres

*RilisPresiden

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat
JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia
Hadiri Peresmian  Fasilitas Polres Morowali, Ini Pesan Bupati Iksan
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Fasilitas Polres Morowali  
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:43 WIB

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun

Sabtu, 19 September 2026 - 12:33 WIB

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Berita Terbaru