Wujudkan Ketahanan Pangan, PT Vale Gandeng Yonif 869 Taawu dalam Pelatihan Pertanian Sehat Ramah Lingkungan

- Penulis

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

i

Oplus_131072

Manajemen PT Vale IGP  Pomalaa  bersama Personel  Yonif  869 Taawu,(FOTO:IST)


 

dteksinews, Kolaka – PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Melalui program Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSLRB), PT Vale menyelenggarakan pelatihan pengolahan ekosistem pertanian organik yang melibatkan 30 prajurit dari kesatuan Yonif 869 Taawu. Pelatihan intensif ini direncanakan berlangsung selama lima hari.

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara perusahaan, masyarakat, pemerintah daerah, dan unsur TNI di wilayah Kabupaten Kolaka. Melalui pembekalan ini, para prajurit TNI diharapkan dapat menjadi motor penggerak sektor pertanian ramah lingkungan, baik di lingkungan kesatuan maupun saat bertugas di tempat lain di masa depan.

 

*Mengubah Pola Pikir, Memulai Pertanian dari Nol*

 

Meskipun para prajurit Yonif 869 Taawu memulai pengetahuan mereka dari nol di bidang pertanian, antusiasme dan respons positif ditunjukkan secara luar biasa sepanjang kegiatan berlangsung.

Konsultan Pertanian Organik dari Aliksa Organik SRI Consultant, Koko Komamin, menjelaskan bahwa pada hari pertama pelatihan, para peserta diajak untuk mengidentifikasi berbagai benang kusut dalam dunia pertanian modern.

Masalah utama yang disorot meliputi tingginya ketergantungan pada pupuk kimia dan pestisida buatan yang justru memicu penurunan produktivitas serta peningkatan intensitas serangan hama tanaman.

“Kami mencoba membongkar kebekuan pikiran para prajurit agar beralih ke konsep ekologi tanah. Mereka diajak memahami secara mendalam sifat fisik, biologi, dan kimia tanah. Dengan mengoptimalkan bahan organik di dalam tanah, nutrisi tanaman sebenarnya sudah tersedia secara mandiri tanpa harus terus-menerus mendatangkan input dari luar,” ujar Koko Komamin.

Baca Juga:  Kepemimpinan Visioner: Fondasi Utama dalam Menumbuhkan Bisnis yang Bertanggung Jawab

Selama lima hari, materi pelatihan akan disampaikan secara komprehensif. Selain teori ekologi tanah di awal, para prajurit akan dibekali dengan praktik budidaya tanaman organik. Di akhir rangkaian acara, akan diadakan sesi diskusi untuk merencanakan aksi nyata jangka panjang yang dapat diterapkan di kesatuan Yonif 869 Taawu.

 

*Sinergi untuk Stabilitas dan Kedaulatan Pangan*

 

Sementara itu, Senior Coordinator External Relation PT Vale IGP Pomalaa, Charles Cristian, mengungkapkan bahwa kehadiran Yonif 869 Taawu memperkaya jajaran mitra strategis perusahaan di Kolaka dalam mendorong keberlanjutan wilayah.

Kolaborasi ini dinilai saling menguntungkan (win-win solution). Selain menjalankan fungsi utamanya menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, kehadiran tim keamanan TNI kini juga ikut berkontribusi aktif dalam program pemberdayaan masyarakat.

“Ini adalah langkah yang sangat baik di mana PT Vale berperan sebagai motivator bagi teman-teman TNI. Jika selama ini urusan utama mereka identik dengan persenjataan, melalui pelatihan PSLRB ini kita bersama-sama mengalihkan energi untuk memperkuat ketahanan pangan dan kedaulatan pangan bangsa,” kata Charles.

Melalui program percontohan ini, PT Vale berharap para prajurit mampu memahami sekaligus mengaplikasikan ilmu pertanian organik secara mandiri di lapangan, sehingga dapat membawa dampak ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan bagi diri sendiri, kesatuan, maupun masyarakat luas.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Langkah Strategis
Babinsa 1311-09, Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Labota
Polres Morowali Gencar Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla
Bea Cukai Morowali Layani Impor 158 Milyar Pembangunan Industri Kelapa Di Morowali
WNI dan WNA Wajib Tahu! All Indonesia Permudah Proses Masuk ke Indonesia
Bamsoet Kembali Luncurkan Buku Terbaru ke-38 “Politik Hukum Konstitusi” dan Buku J. Osdar “Dari Senayan ke Ruang Kuliah”
Pastikan Takaran Tepat, Pemkab Morowali Gelar Tera dan Tera Ulang Perdana
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:06 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Langkah Strategis

Selasa, 8 September 2026 - 13:18 WIB

Babinsa 1311-09, Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Labota

Selasa, 8 September 2026 - 11:54 WIB

Polres Morowali Gencar Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:24 WIB

Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 09:50 WIB

Bea Cukai Morowali Layani Impor 158 Milyar Pembangunan Industri Kelapa Di Morowali

Berita Terbaru