Suasana usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Vale Indonesia Tbk (FOTO: Vale)
dteksinews, Jakarta-Perusahaan tambang nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO), telah mengangkat Kristina Gauthier sebagai Wakil Presiden Komisaris, Patricia Renee Pegues sebagai Komisaris, dan Adam MacMillan sebagai Komisaris. Hal tersebut telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Pengangkatan jajaran manajemen tersebut sehubungan dengan pengunduran diri Ibu Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Bapak Christopher McCleave sebagai Komisaris.
“RUPST menerima pengunduran diri Ibu Emily Olson sebagai Wakil Presiden Komisaris dan Bapak Christopher McCleave sebagai Komisaris, serta menyampaikan apresiasi atas kontribusi keduanya selama masa jabatan masing-masing,” tulis manajemen dalam keterangan resminya, Rabu (3/6/2026).
PT Vale akan mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku terkait perubahan susunan Dewan Komisaris.Dengan pengangkatan ini, susunan lengkap Direksi dan Dewan Komisaris PT Vale adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi:
– Presiden Direktur dan Chief Executive Officer : Bernardus Irmanto
– Wakil Presiden Direktur dan Chief Operation and Infrastructure Officer : Abu Ashar
– Direktur dan Chief Human Capital Officer: Heriyanto Agung Putra
– Direktur dan Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer: Budiawansyah
– Direktur dan Chief Financial Officer : Rizky Andhika Putra
– Direktur dan Chief Project Officer : Muhammad Asril
– Direktur dan Chief Strategy and Technical Officer : Slamet Sugiharto
Dewan Komisaris:
– Presiden Komisaris : F.S. Multhazar
– Wakil Presiden Komisaris : Kristina Gauthier
– Komisaris : Patricia Renee Pegues
– Komisaris : Adam MacMillan
– Komisaris : M. Jasman Panjaitan
– Komisaris : Katherina Anggela Oendun
– Komisaris : Shiro Imai
– Komisaris Independen : Rudiantara
– Komisaris Independen : Retno Marsudi
– Komisaris Independen : Marita Alisjahbana
Selain itu, RUPST juga memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada pemegang saham US$45.638.211, mewakili rasio pembayaran sebesar 60% dari laba bersih tahun buku 2025. Sementara sisanya akan dicatat sebagai laba ditahan.
Sepanjang tahun 2025, INCO membukukan peningkatan laba bersih sebesar 32% menjadi US$76 juta, didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 4% menjadi US$990 juta, EBITDA sebesar AS$228 juta, dan unit cash cost of sales nikel matte yang relatif terjaga.
Dividen tunai tersebut yang akan didistribusikan kepada pemegang saham yang terdaftar pada tanggal pencatatan 12 Juni 2026, dengan tanggal pembayaran 26 Juni 2026.(***)














