Bamsoet Kutuk Keras Serangan di Lebanon Tewaskan Tiga Prajurit TNI

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang Soesatyo,(foto: dok pribadi Bamsoet)

 

dteksinews, Jakarta- Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI (Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI), Bambang Soesatyo, mengutuk keras insiden serangan dua hari berturut-turut di Lebanon selatan yang menewaskan tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang korban dalam konflik yang terus memanas di kawasan tersebut, sekaligus menjadi peringatan serius bagi perlindungan pasukan penjaga perdamaian internasional.

“Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Dunia tidak boleh diam melihat prajurit yang membawa misi kemanusiaan justru menjadi korban konflik bersenjata, Saya mengutuk keras setiap bentuk kekerasan terhadap pasukan penjaga perdamaian,” tegas Bamsoet di Jakarta, Selasa (31/3/26).

Ketua DPR RI ke-20 sekaligus dosen Pascasarjana Universitas Pertahanan (UNHAN), Universitas Borobudur dan Universitas Jayabaya ini menjelaskan, insiden gugurnya tiga prajurit TNI terjadi dalam dua peristiwa terpisah dalam kurun waktu 24 jam. Berdasarkan laporan misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), dua prajurit TNI tewas akibat ledakan yang menghancurkan kendaraan mereka di wilayah Bani Hayyan, Lebanon selatan. Sementara satu prajurit lainnya gugur sehari sebelumnya akibat serangan artileri yang menghantam lokasi kontingen Indonesia yang berada di Kota Adshit al-Qusyar. Selain korban jiwa, dua personel lainnya mengalami luka, satu di antaranya dalam kondisi serius.

“Keberadaan pasukan perdamaian seharusnya dilindungi oleh semua pihak. Ketika mereka menjadi target, maka itu mencerminkan kegagalan kolektif dalam menjaga komitmen terhadap perdamaian dunia,” ujar Bamsoet.

Baca Juga:  Indonesia di Pusat Mineral Kritis: Menempa Masa Depan Energi Berkelanjutan  

Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. PBB sendiri telah menyatakan bahwa tindakan semacam itu dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, mengingat mandat pasukan UNIFIL adalah menjaga stabilitas dan mencegah eskalasi konflik di sepanjang perbatasan Lebanon–Israel.

“Menyerang pasukan perdamaian sama saja merusak fondasi perdamaian dunia. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi bentuk nyata pengingkaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini memaparkan, konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meningkat sejak awal Maret 2026, memicu intensitas serangan di wilayah Lebanon selatan. Dalam situasi tersebut, pasukan UNIFIL, termasuk kontingen Indonesia, berada di garis depan untuk menjaga gencatan senjata dan melindungi warga sipil. Namun, meningkatnya eskalasi membuat posisi mereka semakin rentan terhadap serangan tidak terduga.

“Indonesia harus mendorong investigasi internasional yang transparan dan menyeluruh atas insiden ini. Pelaku harus dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum internasional,” tandas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Alumni Doktor Ilmu Hukum Universitas Padjajaran ini menambahkan, Indonesia sebagai salah satu kontributor terbesar pasukan perdamaian PBB, memiliki reputasi panjang dalam misi kemanusiaan dunia. Ribuan prajurit TNI telah bertugas di berbagai wilayah konflik, mulai dari Lebanon, Kongo, hingga Sudan, dengan membawa misi menjaga stabilitas dan melindungi masyarakat sipil.

“Pengorbanan para prajurit TNI ini tidak boleh sia-sia. Negara harus hadir memberikan penghormatan terbaik, sekaligus memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang masih bertugas di daerah konflik,” pungkas Bamsoet. (red/dteksinews)

Sumber: Bamsoet

Editor:Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Laga Final Piala Dunia: Kebahagiaan buat Yamal dan Messi
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Terima Kunjungan Pegawai Memerintah Batalion Ketiga Rejimen Renjer Diraja Malaysia
Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Nasional Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026
Karyawan IMIP Belajar ke Tiongkok Tingkatkan Kompetensi Industri Global 
Aylawati Sarwono Juara Pertama Asian Tango Championship 2026 di Tokyo 
Presiden Prabowo  Terima  Sambungan dari  Telepon Presiden  
Raih Dua Penghargaan HR Asia Best Companies to Work for in Asia Awards, PT Vale Indonesia Tegaskan Komitmen Membangun Tempat Kerja yang Berpusat pada Manusia
Kasum TNI Pimpin Delegasi Indonesia Pada Sidang Ke-22 TNI-SAF Annual Staff Meeting (TSASM) 2026 di Singapura
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 07:39 WIB

Laga Final Piala Dunia: Kebahagiaan buat Yamal dan Messi

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:22 WIB

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani, Terima Kunjungan Pegawai Memerintah Batalion Ketiga Rejimen Renjer Diraja Malaysia

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:16 WIB

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Nasional Penguatan Perbatasan Indonesia di Forum DGICM 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:06 WIB

Karyawan IMIP Belajar ke Tiongkok Tingkatkan Kompetensi Industri Global 

Rabu, 17 Juni 2026 - 05:24 WIB

Aylawati Sarwono Juara Pertama Asian Tango Championship 2026 di Tokyo 

Berita Terbaru