Vale Indonesia (INCO) Cetak Laba Bersih Rp1,27 Triliun Sepanjang 2025

- Penulis

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jajaran Direksi PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang dipimpin oleh Bernardus Irmanto sebagai Presiden Direktur sekaligus CEO. Istimewa,(foto:ist)

 

 

 

dteksinews, Jakarta — PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) membukukan laba bersih sebesar US$76,1 juta atau setara Rp1,27 triliun (kurs jisdor Rp16.720 per dolar AS) sepanjang 2025, meningkat 32% dibandingkan tahun sebelumnya, seiring kinerja operasional yang tetap solid dan efisiensi biaya yang terjaga di tengah tekanan harga nikel global.

Berdasarkan laporan kinerja perusahaan, produksi nikel dalam matte INCO sepanjang 2025 mencapai 72.027 metrik ton, meningkat dibandingkan produksi 71.311 ton pada 2024. Secara triwulanan, produksi pada kuartal IV/2025 tercatat sebesar 17.052 ton, atau sekitar 12% lebih rendah dibandingkan 19.391 ton pada kuartal III/2025.

Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh dimulainya pembangunan kembali Furnace 3 pada November 2025 yang ditargetkan selesai pada Mei 2026. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika produksi mencapai 18.528 ton pada kuartal IV/2024, capaian produksi kuartal IV/2025 memang sedikit lebih rendah.

Namun demikian, secara tahunan produksi tetap menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Pause 00:00 -02:02 Unmute Selain produksi utama nikel matte, Vale juga memperluas portofolio bisnisnya melalui penjualan bijih nikel saprolit dari blok Pomalaa dan Bahodopi. Sepanjang 2025, penjualan bijih saprolit mencapai 2,31 juta wet metric tons (wmt), dengan volume bulanan tertinggi terjadi pada Oktober sebesar 516.167 wmt. Secara keseluruhan, Blok Bahodopi memberikan kontribusi terbesar terhadap total penjualan bijih saprolit sepanjang tahun.

Dari sisi pengiriman, volume nikel matte Vale pada 2025 tercatat 73.093 ton, meningkat dibandingkan 72.625 ton pada 2024. Kinerja operasional tersebut turut menopang EBITDA sebesar US$228,2 juta sepanjang tahun 2025, sedikit lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun secara triwulanan, EBITDA pada kuartal IV/2025 tercatat US$61,9 juta, turun 17% dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama akibat volume produksi yang lebih rendah. Sementara itu, harga realisasi rata-rata nikel matte pada 2025 tercatat US$12.157 per ton, turun 7% dibandingkan US$13.086 per ton pada tahun sebelumnya.

Meski berada dalam lingkungan harga yang lebih lemah, peningkatan tingkat payability nikel matte yang mulai berlaku sejak Juli 2025 serta kenaikan volume pengiriman berhasil mendorong pendapatan Vale menjadi US$990,2 juta, meningkat 4% dibandingkan US$950,4 juta pada 2024. Secara triwulanan, pendapatan perusahaan pada kuartal IV/2025 tercatat US$284,8 juta, naik sekitar 2% dibandingkan kuartal sebelumnya, didorong oleh pemulihan moderat harga nikel.

Baca Juga:  Kepemimpinan Visioner: Fondasi Utama dalam Menumbuhkan Bisnis yang Bertanggung Jawab

Dari sisi biaya, Vale tetap mampu menjaga efisiensi meskipun menjalankan program pemeliharaan besar pada salah satu furnace. Unit biaya kas penjualan (cash cost) tercatat US$9.339 per ton pada 2025, sedikit lebih rendah dibandingkan US$9.374 per ton pada 2024. Angka tersebut juga menjadi tingkat biaya kas tahunan terendah dalam empat tahun terakhir, turun dari sekitar US$11.201 per ton pada 2022.

Adapun biaya kas untuk bisnis bijih nikel Perseroan relatif stabil di kisaran US$17–US$19 per ton, termasuk biaya royalti dan logistik untuk bijih saprolit campuran. Sepanjang tahun, Vale mengalokasikan belanja modal sebesar US$485,9 juta, meningkat 46% dibandingkan US$332,1 juta pada 2024.

Peningkatan tersebut terutama digunakan untuk proyek-proyek pengembangan serta kebutuhan modal sustaining. Per 31 Desember 2025, perusahaan memiliki saldo kas sebesar US$376,3 juta, yang dinilai cukup solid untuk mendukung proyek-proyek pertumbuhan ke depan. Tantangan Operasional Pada 2025, Vale juga menghadapi sejumlah tantangan operasional, termasuk insiden kebocoran pipa minyak pada Agustus 2025 yang menjadi salah satu ujian bagi operasional perusahaan.

Meski demikian, Vale mencatatkan sejumlah pencapaian penting, termasuk dimulainya penjualan bijih nikel dari Bahodopi pada Juli 2025 yang membuka sumber pendapatan baru selain nikel matte. Di sisi lain, perusahaan juga mencatat kemajuan dalam negosiasi peningkatan payability nikel matte serta berhasil mengamankan premi penjualan bijih nikel.

Dalam aspek keberlanjutan, Vale mencatat peningkatan kinerja ESG dengan peringkat risiko Sustainalytics sebesar 23,7 per November 2025, yang menempatkan perusahaan sebagai salah satu perusahaan tambang dengan peringkat terbaik di Indonesia. Ke depan, Vale memperkuat fokus strategis melalui pengembangan proyek pertambangan dan fasilitas hilirisasi bersama mitra usaha patungan.

Salah satunya adalah proyek di Pomalaa, yang saat ini telah mencapai sekitar 60% progres pengembangan tambang. Proyek HPAL Pomalaa juga telah mencapai sekitar 50% tahap konstruksi, dengan kedatangan empat unit autoclave dan pemasangan unit pertama. Proyek tersebut ditargetkan mencapai penyelesaian mekanis pertama pada kuartal III/2026.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinergitas TNI- POLRI, Berikan Pelayanan dan Keamanan bagi Pemudik Lebaran
BRI RO Manado Siapkan Layanan Transaksi dan Kebutuhan Kas ATM dalam Persiapan Lebaran 1447 H
Libur Panjang Tiba, Jangan Lupa Jaga Paspor Anda
Terkait Maraknya Narkoba di Morowali, Kapolda Sulteng: Kita Nyatakan Perang  
Polres Morowali, Gelar Mudik Gratis Presisi Tahun 2026 
Kapolda Sulteng: Tekankan Sinergi Antara Stekholder dalam Menjaga Kamtibmas di Morowali 
Bupati Morowali Tekankan Kolaborasi Hadapi Arus Mudik Lebaran
Koramil 1311-09/Bahodopi Sosialisasikan Program Kampung Indah dan Gelar Buka Puasa Bersama di Desa Labota
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:14 WIB

Sinergitas TNI- POLRI, Berikan Pelayanan dan Keamanan bagi Pemudik Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 10:50 WIB

Vale Indonesia (INCO) Cetak Laba Bersih Rp1,27 Triliun Sepanjang 2025

Selasa, 17 Maret 2026 - 09:50 WIB

BRI RO Manado Siapkan Layanan Transaksi dan Kebutuhan Kas ATM dalam Persiapan Lebaran 1447 H

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:50 WIB

Libur Panjang Tiba, Jangan Lupa Jaga Paspor Anda

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:55 WIB

Polres Morowali, Gelar Mudik Gratis Presisi Tahun 2026 

Berita Terbaru

Daerah

Libur Panjang Tiba, Jangan Lupa Jaga Paspor Anda

Selasa, 17 Mar 2026 - 05:50 WIB