Gelar Pelatihan Intensif Drone, Prajurit Korpasgat Perkuat Intelijen Medan Perang Modern

- Penulis

Selasa, 27 Januari 2026 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Bandung- Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) TNI AU terus beradaptasi dengan dinamika peperangan modern melalui pemanfaatan teknologi mutakhir. Salah satunya diwujudkan dengan menggelar Pelatihan Intensif Drone guna memperkuat kemampuan intelijen dan daya gempur prajurit di medan operasi berbasis teknologi tanpa awak. Senin (26/01/2026).

Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kemahiran menggunakan berbagai jenis drone tempur dan intelijen yang kini menjadi elemen krusial dalam operasi militer modern. Sejumlah platform drone canggih dilatihkan, di antaranya drone FPV kamikaze, drone FPV dropping bomb, drone Alugara yang mampu membawa senapan serbu dan pelontar granat otomatis (Milkor), serta drone surveillance untuk pengintaian dan pemantauan wilayah operasi.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit Korpasgat dibekali kemampuan pengoperasian drone secara presisi, mulai dari navigasi taktis, pengumpulan data intelijen real-time, hingga simulasi skenario pertempuran modern yang menuntut kecepatan, akurasi, dan kerahasiaan informasi. Pelatihan ini juga menekankan integrasi drone dengan satuan darat guna mendukung pengambilan keputusan komandan di lapangan.

Baca Juga:  Komandan Divisi Parako Pasgat Hadiri Rakernis Korpasgat Tahun 2026 Di Bandung

Asops Korpasgat Korpasgat menegaskan bahwa penguasaan teknologi drone merupakan kebutuhan mutlak dalam menghadapi tantangan ancaman masa kini dan masa depan. “Drone bukan lagi sekadar alat bantu, melainkan telah menjadi kekuatan strategis dalam intelijen, pengintaian, dan dukungan tempur. Prajurit Korpasgat harus unggul terhadap penguasaan teknologi perang modern,” tegasnya.

Melalui pelatihan intensif ini, Korpasgat berkomitmen membentuk prajurit yang Adaptif, modern, profesional, unggul dan humanis sekaligus memperkuat posisi Korpasgat sebagai satuan elit TNI AU yang siap menghadapi spektrum ancaman di segala medan operasi.

Pelatihan drone ini menjadi bukti nyata transformasi Korpasgat dalam menyongsong era modern, di mana keunggulan teknologi berpadu dengan ketangguhan prajurit untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.penkorpasgat. (*/dteksinews)

Sumber:  Korpasgat

Editor: Supriyono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun
Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah
Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat
JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng
Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg
Babinsa Koramil Bahodopi Sigap! Bantu Padamkan Kebakaran Rumah Kost di Desa Fatufia
Hadiri Peresmian  Fasilitas Polres Morowali, Ini Pesan Bupati Iksan
Kapolda Sulteng Resmikan 5 Fasilitas Polres Morowali  
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:43 WIB

HUT Desa Makarti Jaya ke-33, Bupati Iksan Apresiasi Kebersamaan Warga Antardusun

Sabtu, 19 September 2026 - 12:33 WIB

Ketua Bhayangkari Sulteng Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Bungku Tengah

Sabtu, 19 September 2026 - 12:23 WIB

Kapolda Sulteng Tekankan Fasilitas Polres Morowali Jadi Ruang Sinergi Polri, Instansi Vertikal, TNI, dan Tokoh Masyarakat

Sabtu, 19 September 2026 - 11:52 WIB

JMSI Sulteng Siapkan Raker dan Dialog Publik Bersama HIPKA Sulteng

Sabtu, 19 September 2026 - 07:09 WIB

Beri Kuliah Program Doktor Ilmu Hukum, Bamsoet Setuju Parliamentary Threshold 5 Persen, Dorong Terjadi Penyederhanaan Sistem Kepartaian dan Pemisahan Pilpres dan Pileg

Berita Terbaru