Bamsoet Berharap, Indonesia Sebagai Presiden Dewan HAM PBB Mampu Memainkan Peran Substantif Kemanusiaan Global

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 08:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, (kanan),(foto:ist)

 

dteksinews, Jakarta-Anggota DPR RI sekaligus Ketua MPR RI ke-15 dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, menilai posisi Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB akan diuji melalui

kontribusinya dalam isu-isu kemanusiaan global. Mengingat Dewan HAM PBB, berfungsi sebagai ruang advokasi, konsensus, dan perhatian internasional terhadap berbagai persoalan HAM dunia. Indonesia harus bisa memanfaatkan presidensinya untuk memainkan peran substantif dalam isu-isu

global, terutama konflik kemanusiaan dan ketimpangan relasi kekuasaan antarnegara. Misalnya, peran apa yang bisa dimainkan Indonesia di Dewan HAM untuk mencegah negara besar melakukan tındakan unilateral terhadap negara-negara kecil dan lemah.

Bamsoet mengapresiasi terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Mandat ini menjadi yang pertama kalinya bagi Indonesia sejak Dewan HAM PBB berdiri pada tahun 2006, sekaligus menandai meningkatnya kepercayaan dunia internasional terhadap peran, konsistensi, dan kepemimpinan Indonesia dalam isu-isu hak asasi manusia.

Dewan HAM PBB merupakan forum utama PBB yang menangani isu hak asasi manusia di seluruh dunia, dengan 47 negara anggota dari berbagai kawasan. Presiden Dewan HAM PBB memegang peran sentral dalam memimpin sidang-sidang resmi, mengoordinasikan agenda kerja, serta menjembatani perbedaan pandangan antar negara dalam isu HAM yang kerap sensitif dan kompleks.

“Kepercayaan dunia ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai negara yang mampu menjembatani perbedaan, merawat dialog, serta mendorong penyelesaian isu HAM secara adil dan berimbang. Ini merupakan hasil dari diplomasi panjang dan kerja konsisten Indonesia dalam memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tingkat dunia,” ujar Bamsoet di Jakarta, Selasa (13/1/26).

Baca Juga:  Wakil Bupati Iriane Resmi Lepas Kafilah STQH ke STQH XXVIII Tingkat Provinsi di Poso

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menuturkan, Indonesia akan memimpin Dewan HAM PBB di tengah situasi global yang diwarnai konflik bersenjata, krisis kemanusiaan, serta meningkatnya tantangan terhadap kebebasan sipil dan hak kelompok rentan. Data PBB menunjukkan sepanjang tahun 2024–2025, Dewan HAM PBB menangani puluhan resolusi terkait konflik di berbagai kawasan. Mulai dari Timur Tengah, Afrika, hingga Eropa Timur, serta isu lintas negara seperti hak pengungsi, dampak perubahan iklim terhadap HAM, dan penggunaan teknologi digital yang berpotensi melanggar privasi dan kebebasan individu.

“Indonesia berada pada posisi yang tidak mudah. Di satu sisi, harus menjaga prinsip universal HAM. Di sisi lain, harus mampu merangkul perbedaan pendekatan dan kepentingan politik negara-negara anggota. Di sinilah pengalaman Indonesia sebagai bridge builder diuji,” kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap Indonesia mampu memanfaatkan mandat ini untuk memperkuat dialog antar peradaban, mendorong kerja sama internasional yang lebih adil, serta memastikan Dewan HAM PBB tetap menjadi forum yang dipercaya dalam melindungi martabat manusia di seluruh dunia.

“Indonesia memiliki modal sejarah diplomasi, nilai Pancasila, serta pengalaman sebagai negara demokrasi besar di dunia. Dengan bekal itu, Indonesia diharapkan mampu menjalankan peran sebagai Presiden Dewan HAM PBB secara bermartabat dan membawa kontribusi nyata bagi perdamaian serta keadilan dunia,” pungkas Bamsoet. (*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean
PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia
Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:55 WIB

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Senin, 21 September 2026 - 13:38 WIB

World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean

Senin, 21 September 2026 - 13:28 WIB

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 13:19 WIB

Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Berita Terbaru

Berita

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 Sep 2026 - 13:28 WIB