Hari Ketujuh, Tim SAR Gabungan Masih Melakukan Pencarain Nelayan di Perairan Umpanga

- Penulis

Sabtu, 8 November 2025 - 01:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Morowali- Tim SAR gabungan TNI dan beberapa instansi terkait telah berusaha secara maksimal melakukan pencarian terhadap nelayan bernama Syamsuddin umur 56 tahun yang hilang pada saat memancing di Perairan Desa Umpangan, Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali dan hingga hari ketujuh ini  belum diketemukan.

Titik kejadian di Perairan Desa Umpanga, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah, pada koordinat LKP 2° 8’17.22″S 122° 0’4.74″E Heading 4° arah Utara dari Pos SAR Morowali Jarak 48 Km Waktu Tempuh 2 Jam .Hal tersebut dibenarkan oleh Ciswanto Syarip Komandan Pos SAR Morowali kepada dteksinews.co.id, Sabtu(8/11/2025)

Menurut Ciswanto, untuk kronologi kejadian, pada hari Rabu, 29 Oktober 2025 pukul 09.00 Wita, Korban bersama temannya oergi melaut untuk memasang jaring ikan di Perairan Desa Umpanga Kecmatan Bumi Raya, pada Pukul 13.00 Wita Korban istirahat makan siang di rumah Adiknya di Desa Topogaro, korban diantar Adiknya menuju Desa Pebotoa untuk kembali ke perahu rencananya akan memancing, namun hingga sampai sekarang korban yang mengalami Disabilitas dengan nenggunakan kaki palsu belum kembali je rumah di desa Pebotoa, Kecamatan Bumi Raya, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah Sulteng.kata Ciswanto

Baca Juga:  Rencana Aliansi Masyarakat Bungku Pesisir Bersatu, Akan Demo PT Hengjaya Mineralindo 

Lanjut Ciswanto, selanjutnya langkah- langkah SAR yang dilakukan:

1.Tim SAR Gabungan melaksanakan Briefing kekuatan tim, kesiapan alut dan pembagian tugas serta petunjuk keselamatan kerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) BASARNAS

2. Tim SAR Gabungan melakukan pencarian sesuai search area yang telah di tentukan menggunakan 1 unit perahu karet, speed polair, kapal milik PT BTIIG dan perahu nelayan dengan radius pencarian 30 NM dan akan melakukan evaluasi berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan.

Tim SAR Gabungan sudah melaksanakan pencarian hingga hari ketujuh ini dan hari ini terakhir dilakukan pencarian terhadap korban dengan mengunakan peralatan berupa:

1. Truck personil

2. Perahu Karet (milik Basarnas)

3. Speed (milik Polairud)

4. Kapal fiber (milik PT BTIIG)

5. Perahu nelayan

6. Peralatan water

7. Peralatan Navigasi

8. Alat Komunikasi

9. Palsar medis

10. Pal sar evakuasi.Pungkas Ciswanto ( red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi
Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!
Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy
BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara
Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan
FORBES  Morowali Soroti Aktivitas Hauling  PT GMU , Desak Pemda dan APH Segera Bertindak 
PT IMIP dan Dinas Pendidikan Morowali Kolaborasi Tingkatkan Kapasitas Kepala Sekolah di Bahodopi
Asisten I Tekankan Kesiapan Panitia dalam Rapat Persiapan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:19 WIB

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

Jumat, 7 Agustus 2026 - 11:30 WIB

Smelter Raksasa Bahan Baku Baterai EV Mulai Beroperasi di Sultra!

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:04 WIB

Bupati Iksan Sambut Kunjungan Gubernur Sulteng dan Chairul Tanjung di Neo Energy

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:56 WIB

BPK Tegaskan Peran Imigrasi dalam Menjaga Kedaulatan Negara

Jumat, 7 Agustus 2026 - 05:28 WIB

Ketua FORBES  Morowali Abd Jamil: Morowali  Jadi Pusat Smelter  Nikel, Tapi  Tak Diakui Sebagai Daerah Pengolah Dan DBH Masih Belum Berkeadilan

Berita Terbaru