Kunjungan Edukatif, PT Vale Jadi Pilihan Belajar Pengelolaan Lingkungan untuk Pelajar Sekolah Dasar

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinrws,Sorowako-Sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan untuk berkontribusi pada kualitas pendidikan yang inklusif dan merata serta mempromosikan kesempatan belajar, PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) bagian dari MIND ID (Mining Industry Group Indonesia) turut andil dalam mendukung kegiatan yang bertujuan pada penguatan sektor pendidikan.

Sebagai wujud penerapan pembelajaran kontekstual, siswa-siswi perlu diajak untuk melakukan pengamatan langsung di lapangan. Hal ini mendorong sekolah-sekolah di area Luwu Timur menjadikan Perseroan sebagai pilihan untuk belajar mengenai lingkungan.

Salah satunya SDN 279 Rante Angin yang melakukan kunjungan di Taman Kehati Sawerigading Wallacea, Sabtu (3/10/2025).

Dalam kegiatan ini, sebanyak 42 siswa kelas 4-6 SD dan 10 orang guru belajar bagaimana menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Kepala SDN 279 Rante Angin, Sungi bercerita sepanjang perjalanan dari sebrang Danau Towuti hingga ke pusat pembibitan, Ia bersama para guru takjub dengan pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh PT Vale. Rasanya seperti tidak berada di area tambang.

“Kami ingin anak-anak belajar bagaimana perusahaan mengelola lingkungan, hal ini yang akan dibawa kembali ke sekolah dan desa untuk dikembangkan. Anak-anak perlu belajar cara mencintai lingkungan sejak dini,” katanya.

Ada tiga jenis sampah dan tempat pembuangannya yang dipelajari, yakni sampah organik seperti sisa makanan dibuang ke tempat sampah warna hijau, sampah anorganik seperti botol minuman dibuang ke tempat sampah biru, juga sampah residu seperti tisu dibuang ke tempat sampah abu-abu.

Khusus pengelolaan tanaman, para siswa diajak melihat dan mencoba stek pohon. Secara bergantian mereka mempraktekkan cara memangkas daun dan batang sebelum menancapkan bibit yang telah distek ke dalam pot tanam. Dari praktik ini, siswa diajar untuk memperbanyak tanaman tidak melulu dimulai dari penanaman biji, tapi juga bisa melalui stek batang. Metode stek bisa digunakan untuk menambah jumlah tanaman di sekolah.

Baca Juga:  Perkuat Hilirisasi Berbasis Keberlanjutan, PT Vale dan TNI AL Teguhkan Sinergi untuk Industri Strategis Nasional, Jetty Morowali Siap Dukung Rantai Pasok Nikel Hijau untuk Masa Depan Energi Dunia

“Dalam siklus pertambangan, PT Vale menerapkan reklamasi yaitu penanaman kembali setelah masa penambangan. Contohnya, pusat pembibitan ini dulunya area tambang namun sekarang sudah kembali hijau,” jelas Abkar, Supervisor Nursery & Rehabilitation PT Vale.

Suasana kunjungan tambah riuh saat diadakan kuis. Secara bergantian para siswa mengangkat tangan saat ditanya jenis tanaman dan hewan yang mereka temui di Taman Kehati. Mereka berebutan menjawab tak ingin mengalah.

Energi anak-anak sebagaimana adanya selalu aktif dan tak pernah padam, apalagi saat diajak mengunjungi Penangkaran Rusa Timor dan Museum Tambang. Para siswa tersenyum sumringah, memberi makan dan bergantian memanggil nama Rusa.

Adit, siswa kelas 6 SDN 279 Rante Angin berbagi kesan bahwa kegiatan kunjungan ini seru karena banyak pelajaran yang didapatkan. “Saya senang belajar di sini, ada banyak tanaman, hewan dan alat-alat berat yang bisa diliat langsung,” ucapnya.

Direktur Eksternal Relations, Endra Kusuma menyatakan kunjungan ini sejalan dengan cita-cita perusahaan membangun Taman Kehati. “Kami ingin ada sarana belajar untuk publik terkait pengelolaan lingkungan. Di sini, masyarakat bisa melihat bagaimana komitmen perusahaan melakukan pertambangan berkelanjutnya,” ujarnya.

Dia berharap kehadiran para siswa ke area pasca tambang tentunya menegaskan wujud komitmen perusahaan dalam menerapkan transparansi dan mendekatkan siswa agar mencintai lingkungan.

Selama 57 tahun di Sorowako, PT Vale berhasil menjaga kebersihan Danau Matano sesuai dengan baku mutu lingkungan. Perusahaan juga melakukan pemantauan air limpasan tambangan yang dapat dimonitori selama 24 jam bekerjasama dengan KLH dan BRIN.

“Seeing is Believing, melihat tentunya akan percaya. Hadirnya para siswa di Taman Kehati diharapkan semakin menambah wawasan mereka jika perusahaan tambang dapat mengembangkan keberlanjutan lingkungan dengan baik,” pungkasnya.(*/dteksinews)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo
World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean
PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan
Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia
Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading
Perkuat Integritas Birokrasi, Kemenimipas Gelar Sosialisasi Pengelolaan Konflik Kepentingan
Bamsoet Apresiasi Nikah Massal Bersama Perkumpulan Bumi Alumni UNPAD, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Gerakkan Ekonomi Alumni
Kemendagri Matangkan Pedoman Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatera
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 13:55 WIB

Wadan Kodiklat TNI Anjangsana Ke Kediaman Marsekal TNI (Purn) Fadjar Prasetyo

Senin, 21 September 2026 - 13:38 WIB

World Cleanup Day 2026, Babinsa Bahodopi Bersama Warga Gelar Aksi Move and Clean

Senin, 21 September 2026 - 13:28 WIB

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 September 2026 - 13:19 WIB

Diduga Tidak Bisa Berenang Sàat Mandi di Laut , Kakak dan Adik Meninggal Dunia

Senin, 21 September 2026 - 07:11 WIB

Polres Metro Jakarta Barat, Ungkap Peredaran 458 Cartridge Pods Berisi Etomidate di Kelapa Gading

Berita Terbaru

Berita

PWI dan IMIP Komitmen Tingkatkan Kapasitas Wartawan

Senin, 21 Sep 2026 - 13:28 WIB