Lantamal X TNI AL Jayapura, Tegakkan Hukum di Garis Depan

- Penulis

Jumat, 13 Juni 2025 - 09:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dteksinews, Papua-Ketika sebagian mata tertuju ke pusat, ada sekelompok prajurit yang bekerja dalam diam di garis tapal batas. Mereka bukan sekadar Kesatria Pertahanan Pantai ~penjaga pantai~ tapi penjaga harga diri bangsa. Keberhasilan Lantamal X Jayapura menggagalkan dua aksi penyelundupan di perairan Indonesia – Papua Nugini pada 10 dan 11 Juni lalu patut diapresiasi sebagai bukti bahwa penegakan hukum di laut bukan sekadar jargon, tapi komitmen yang nyata.

Dalam operasi bertajuk Ops Gakkumla-25, Tim Satrol Lantamal X yang dipimpin Kolonel Laut (P) Dedy Obet bertindak cepat. Bukan hanya BBM yang hendak diselundupkan, tetapi juga hasil laut bernilai tinggi seperti sirip hiu dan teripang. Aksi ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari skema pelanggaran batas yang terus mengintai wilayah-wilayah perbatasan kita.

Komando yang tegas dari Danlantamal X Brigjen TNI (Mar) Freddy Jhon H. Pardosi menjadi bukti bahwa kehadiran negara tidak boleh setengah hati. Seperti dikatakannya, “Lantamal X Jayapura akan terus melaksanakan operasi penegakan hukum demi terciptanya keamanan dan kedaulatan di perairan Nusantara.” Ini bukan sekadar janji tapi mandat sejarah dan kesetiaan kepàda NKRI.

Baca Juga:  TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan Ballpress Senilai 780 Juta Rupiah Asal Malaysia di Kabupaten Buol

Lantamal X telah membuktikan bahwa menjaga laut tidak hanya soal perahu dan patroli, tapi juga keberanian mengambil sikap, koordinasi antarlembaga, dan kepekaan membaca ancaman.

Di tengah meningkatnya ancaman perlintasan ilegal dan perdagangan hasil laut terlarang termasik penyelundupan narkoba, kehadiran aparat di wilayah paling timur ini menjadi benteng terakhir yang tak tergoyahkan.

Penegakan hukum di laut bukan hanya tentang menangkap pelaku. Ia adalah bagian dari menjaga ekosistem, ekonomi, dan identitas. Ketika hasil laut kita dijarah dan diselundupkan, maka yang terancam bukan hanya neraca ekspor—tapi juga martabat bangsa.

Lantamal X telah menunjukkan cara yang benar, bekerja tanpa gaduh, tegas tanpa pamer, dan efektif tanpa menunggu krisis. Dalam sunyi perairan Youtefa dan Base G, mereka telah menjawab satu pertanyaan besar, “Apakah negara benar-benar hadir di tapal batas?” Jawabannya, “Ya, lewat mereka.”

Salut untuk para penjaga samudra. Mereka bukan hanya barisan militer, mereka adalah wajah tegas Republik.(*/PRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel dteksinews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Langkah Strategis
Babinsa 1311-09, Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Labota
Polres Morowali Gencar Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla
Bea Cukai Morowali Layani Impor 158 Milyar Pembangunan Industri Kelapa Di Morowali
WNI dan WNA Wajib Tahu! All Indonesia Permudah Proses Masuk ke Indonesia
Antisipasi Abu Vulkanik, Polres Jakbar Kerahkan AWC Turunkan AWC Bersihkan Sejumlah Jalan
Bamsoet Kembali Luncurkan Buku Terbaru ke-38 “Politik Hukum Konstitusi” dan Buku J. Osdar “Dari Senayan ke Ruang Kuliah”
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 14:06 WIB

Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas, Bahas Langkah Strategis

Selasa, 8 September 2026 - 13:18 WIB

Babinsa 1311-09, Berhasil Amankan Terduga Pelaku Curanmor di Labota

Selasa, 8 September 2026 - 11:54 WIB

Polres Morowali Gencar Imbau Masyarakat Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 8 September 2026 - 10:24 WIB

Tankos dan Solid Sawit, Alternatif Solusi Jangka Panjang Karhutla

Selasa, 8 September 2026 - 09:50 WIB

Bea Cukai Morowali Layani Impor 158 Milyar Pembangunan Industri Kelapa Di Morowali

Berita Terbaru